Sabtu, 29 Agustus 2015

Faktor-faktor yang mempengaruhi kebahagiaan

1. Kesehatan
Kesehatan yang baik memungkinkan orang pada usia berapa pun melakukan apa yang hendak dilkakukan. Sedangkan kesehatan yang buruk atau ketidak sangupan fisik dapat menjadikan halangan untuk mencapai kepuasan bagi keinginan dan kebutuhan mereka sehingga menimbulkan rasa yang tidak bahagia
2. Daya tarik fisik
Daya tari fisik ini menyebabkan individu diterima dan disukai atau disenangi oleh masyaraakat dan kerap sekali menjadi penyebab dari prestasi yang lebih besar dari pada apa yang mungkin dicapai individu kalau kurang mempunyai daya tarik.
3. Tingkat otonomi
Semakin besar otonomi yang bisa dicapai, semakin besar kesempatan untuk merasakan bahagia hal ini dijumpai baik pada masa anak-anak maupun masa dewasa
4. Kesempatan-kesempatan interaksi diluar keluarga
Karena nilai sosial yang tinggi ditekankan pada popularitas, maka ditingkat usia berapapun orang akan mmerasa bahagia apabila mereka mempunyai kesempatan untuk mengadakan hubungan sosial dengan orang diluar lingkungannya dari pada hubungan sosial mereka terbatas pada anggota keluarganya saja.
5. Jenis pekerjaan
semakin rutin wujud pekerjaanya dan semakin sedikit kesempatan untuk otonomi dalam pekerjaan, semakin kurang memuaskan. Hal ini bisa dilihat pada tugas sehari-hari yang diberikan kepada anak-anak dan juga pekerjaan orang-orang dewasa.
6. Status kerja
Pekerjaan dibidang persekolahan maupun kantor dll. apalagi ditambah semakin berhasilnya seseorang dalam pekerjaanya atau tugas, semakin dihubungkan dengan prestis. Maka semakin besar kepuasaan yang ditimbulkan.
7. Kondisi kehidupan
Kalau model kehidupan seseorang memungkinkan seseorang untuk berinteraksi dengan orang-orang lain baik dalam keluarga maupuan dengan teman-teman tetangga dalam masyarakat maka keadaan yang demikian dapat menjadikan kepuasan hidup. 
8. Keseimbangan antara harapan dan pencapaian 
Apabila apa yang diharapkan oleh seseorang itu realistis orang akan puas dan bahagia apabila tujuan yang dicita-citakan tercapai
9. Penyesuaian emosional
Orang-orang yangdapat menyesuaikan diri dengan baik serta bahagia, jarang dan tidak terlampaui intensif mkengungkapkan perasaaan-perasaan negatif seperti takut,iri hati, marah, dari pada mereka yang tidak dapat menyesuaikan diri dengan baik dan tidak bahagia.
10. Sikap terhadap priode usia tertentu
perasaan bahagia yang akan dialami pada usia tertentu oleh pengalaman-pengalaman sendiri bersama orang lain semasa kanak-kanak pada usia itu dan sebagian oleh stereotipe budaya
11. Realisme dan konsep diri
orang-orang yang yakin bahwa kemampuanya lebih besar dari yang sebenarnya akan merasa tidak bahagia jika tujuan mereka tidak tercapai. kebahagian mereka dipertajam oleh perasaan tidak mampu dan oleh keyakinan bahwa mereka tidak dimengerti diperlakukan kurang adil.
12. Realisme dari konsep peran 
orang-orang condong mengagungkan peran yang akan dimainkan pada usia mendatang.Apa bila peran yang baru itu tidak sesuai dengan harapan mereka meresa tidak bahagia kecuali kalau mereka mau menerima kenyataan peran yang baru itu. Sebagai suatu kelompok, Anak-anak dan para remaja cenderung mempunya konsep peran yang lebih tidak realistik dari pada orang-orang dewasa. hal ini dapat menimbulkan perasaan tidak bahagia pada tingkat-tingkat usia tertentu.